Selasa, 23 Desember 2014

Mengenal Tarif Pajak Progresif


 Tujuan pengenaan tarif pajak progresif pajak kendaraan bermotor, selain untuk menambah potensi penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD), juga ditujukan untuk mengurangi tingkat kemacetan karena jumlah kepemilikan kendaraan bermotor lebih dari satu.
Dasar hukum tarif pajak progresif yaitu Undang-undang Republik Indonesia Nomor 28 tahun tahun 2009,  tentang Pajak Daerah dan Restribusi Daerah. Dalam Pasal 8 disebutkan bahwa :
(1) Tarif Pajak Kendaraan Bermotor Pribadi ditetapkan sebagai berikut:
a. untuk kepemilikan Kendaraan Bermotor pertama paling rendah sebesar 1% (satu persen) dan paling tinggi sebesar 2% (dua persen);
b. untuk kepemilikan Kendaraan Bermotor kedua dan seterusnya tarif dapat ditetapkan secara progresif paling rendah sebesar 2% (dua persen) dan paling tinggi sebesar 10% (sepuluh persen).
(2) Kepemilikan Kendaraan Bermotor didasarkan atas nama dan/atau alamat yang sama.
(3) Tarif Pajak Kendaraan Bermotor angkutan umum, ambulans, pemadam kebakaran, sosial keagamaan, lembaga sosial dan keagamaan, Pemerintah/TNI/POLRI, Pemerintah Daerah, dan kendaraan lain yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah, ditetapkan paling rendah sebesar 0,5% (nol koma lima persen) dan paling tinggi sebesar 1% (satu persen).
(4) Tarif pajak kendaraan Bermotor alat-alat berat dan alat-alat besar ditetapkan paling rendah sebesar 0,1% (nol koma satu persen) dan paling tinggi sebesar 0,2% (nol koma dua persen)
(5) Tarif pajak kendaraan Bermotor ditetapkan dengan Peraturan Daerah.

Dari penjelasan di atas disebutkan bahwa tarif pajak kendaraan bermotor ditetapkan sesuai Peraturan Daerah masing-masing, sehingga tiap daerah dapat membuat aturan mengenai tarif pajak progresif Kendaraan Bermotor yang berlaku di daerahnya.
(Contohnya) seperti rencananya Pemprov DKI Jakarta akan menaikkan tarif pajak progresif kendaraan bermotor (PKB) bagi warganya. Aturan tersebut akan dituangkan dalam Peraturan Daerah (Perda) revisi Perda Nomor 8 Tahun 2010 tentang PKB yang telah disahkan DPRD, Juli 2014 lalu. Di dalam draft peraturan tersebut, ada 4 perhitungan jumlah kenaikan tarif pajak progresif untuk kendaraan bermotor.
·         Pajak untuk kendaraan pertama yang awalnya 1,5% dari Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB), akan naik menjadi 2% atau mengalami kenaikan sebesar 33,33%.
·         Untuk kendaraan kedua yang awalnya 2% dari NJKB, akan naik menjadi 4% atau mengalami kenaikan hampir 100%.
·         Untuk kendaraan ketiga yang tarif awalnya 2,5% dari NJKB akan naik menjadi 6% atau meningkat 140%.
·         Untuk kendaraan keempat dan seterusnya, yang awalnya 4% dari NJKB akan naik menjadi 10% atau meningkat 150%.
>

>
Contoh Soal Diketahui :
- kendaraan pertama pajak progresif sebesar 1,5 % x nilai jual,
- kendaraan kedua pajak progresif sebesar 2% x nilai jual,
- kendaraan ketiga pajak progresif sebesar 2,5% x nila jual,
- kendaraan keempat pajak progresif 4% x nilai jual.

Si "B" punya Mobil ke-2 Xenia 1.000cc atas nama sendiri, pembelian mobil baru ke-2 (dua) Si "B" dengan harga off the road / faktur dari Dealer senilai = Rp 130.000.000,-

(Jawab) 
BBN KB = Rp 130.000.000 x 10% = Rp 13.000.000,-. 
Perhitungan PKB Progressif ke-2 (dua) = Rp 130.000.000 x 80 % (asumsi harga bekas / penyusutan) x 2% = Rp 2.080.000,-

Jadi untuk membayar pajak mobil kedua Si "B" berlaku Progresif yang masuk pada Kolom PKB  senilai = Rp 2.080.000,-  dan BBN 13.000.000,- dan SWDKKLJ 143.000,- 

Demikian ulasan mengenai tarif pengenaan pajak progresif bagi kendaraan bermotor, semoga bermanfaat bagi anda semua.





BACA JUGA


5 komentar:

  1. Kami sebagai pengusaha kendraan informasinya sangat banyak membantu kami!, terimakasih mas Bambang!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hari ini saya ingin mengunkapkan tentang perjalanan hidup saya,karna masalah ekonomi saya selalu dililit hutang bahkan perusahaan yang dulunya saya pernah bagun kini semuanya akan disitah oleh pihak bank,saya sudah berusaha kesana kemari untuk mencari uang agar perusahaan saya tidak jadi disitah oleh pihak bank dan akhirnya saya nekat untuk mendatangi paranormal yang terkenal bahkan saya pernah mengikuti penggandaan uang dimaskanjeng dan itupun juga tidak ada hasil yang memuaskan dan saya hampir putus asa,,akhirnya ketidak segajaan saya mendengar cerita orang orang bahwa ada paranormal yang terkenal bisa mengeluarkan uang ghaib atau sejenisnya pesugihan putih yang namanya Mbah Rawa Gumpala,,,akhirnya saya mencoba menhubungi beliau dan alhamdulillah dengan senan hati beliau mau membantu saya untuk mengeluarkan pesugihan uang ghaibnya sebesar 10 M saya sangat bersyukur dan berterimakasih banyak kepada Mbah Rawa Gumpala berkat bantuannya semua masalah saya bisa teratasi dan semua hutang2 saya juga sudah pada lunas semua,,bagi anda yang ingin seperti saya dan ingin dibabtu sama Mbah silahkan hubungi 085 316 106 111 saya sengaja menulis pesan ini dan mempostin di semua tempat agar anda semua tau kalau ada paranormal yang bisah dipercaya dan bisa diandalkan,bagi teman teman yang menemukan situs ini tolong disebar luaskan agar orang orang juga bisa tau klau ada dukun sakti yg bisa membantuh mengatasi semua masalah anda1.untuk lebih lengkapnya buka saja blok Mbah karna didalam bloknya semuanya sudah dijelaskan PESUGIHAN DANA GHAIB TANPA TUMBAL

      Hapus
  2. Salam Admin dan Semuanya...

    Kunjungi Situs Saya kembali ya, Dapatkan Bonus Cuma-cuma :

    Situs Agen Bola Euro 2016, Agen Judi Online Terpercaya

    Agen Bola Terpercaya

    Agen Judi Bola

    SBOBET ONLINE

    IBCBET ONLINE

    ASIAPOKER77

    Agenbola1388 merupakan Agen Judi Online yang sangat terpercaya Dan Demi Kenyamanan Para Bettor Kami Menyiapkan Berbagai Bonus.

    Ayo Gabung Sekarang Juga Di Agen Kami.

    KLIK DAFTAR


    BalasHapus
  3. Trims gan sudah mengenalkan saya pada tarif pajak progesif.

    BalasHapus